Sabtu, 28 Agustus 2021

6 Teknik Pembuatan Gerabah Tanah Liat


Tanah liat merupakan bahan utama yang digunakan untuk membuat gerabah. Sebelum membuat gerabah, tanah liat masih harus diproses melewati beberapa tahap hingga nantinya bisa menjadi gerabah. Selain tanah liat, bahan tambahan lain yang digunakan yaitu kaolin. Tanah liat yang sudah jadi nantinya akan digunakan untuk membuat model atau desain khusus menggunakan tangan atau menggunakan alat putar khusus.

Ukuran keramik yang diproduksi sesuai dengan fungsi benda yang akan dibuat. Bahkan 1 produk bisa memiliki beberapa ukuran dan bentuk yang unik.Beberapa gerabah digunakan sebagai peralatan dapur, seperti panci dan wajan untuk menyimpan air dan beras sebagai kendi, atau juga pajangan seperti pot bunga, vas bunga, guci, dll.  

Cara Membuat Gerabah

Membuat sesuatu dari tanah liat membutuhkan keterampilan khusus karena meskipun terdengar sederhana, dibutuhkan kesabaran dalam proses pembuatannya. Untuk teknik yang digunakan dalam pembuatan gerabah yaitu:

1. Teknik Lempeng (Slabing)

Teknik lempeng atau slabing adalah teknik yang digunakan untuk membuat barang gerabah dengan bentuk kubistis dan memiliki permukaan yang rata. Teknik ini dimulai dengan membuat lempengan tanah liat menggunakan rol kayu penggilas. 

Apabila telah menjadi sebuah lempengan dengan tebal yang sama, Anda bisa memotongnya menggunakan kawat atau pisau hingga membentuk ukuran yang diinginkan menjadi persegi atau kubus. Jika sudah selesai, bisa meletakkan berbagai hiasan setelah tanah liatnya kering. 

2. Teknik Pijat (Pinching)

Teknik pijat atau pinching adalah suatu teknik pembuatan keramik yang menggunakan cara memijat tanah liat menggunakan tangan. Tujuan dari penggunaan teknik ini supaya tanah liat bisa lebih padat dan juga tidak mudah rusak dan hasilnya tentu lebih tahan lama. 

Proses pembuatannya yaitu dengan mengambil segumpal tanah liat plastis terlebih dahulu kemudian tanah liat tersebut diulet atau dipijit menggunakan ibu jari hingga bentuknya sesuai dengan hasil yang diinginkan. Jika sudah menjadi bentuk yang diinginkan, Anda bisa menghaluskannya dengan kain halus atau kuas. 

3. Teknik Pilin (Coiling)

Teknik pilin atau coiling merupakan teknik yang menggunakan cara dipilin seperti tali untuk membentuk tanah liat. Ukuran setiap hasil pilinan bisa disesuaikan dengan barang yang diinginkan. Hasil pilinan tersebut nantinya akan dibentuk melingkar lagi di mana setiap susunan harus ditambahkan air agar bisa menempel dengan baik. 

4. Teknik putar (throwing) 

Pembuatan gerabah menggunakan teknik putar membutuhkan alat bantu khusus seperti alat putar elektrik. Caranya yaitu mengambil segumpal tanah liat kemudian lumat dan taruh di atas meja putar di bagian tengah-tengah. Setelah itu bentuk tanah liat sambil saat mesin diputar. Teknik putar ini dapat digunakan untuk membuat benda bulat. 

5. Teknik cetak tekan (press)

Teknik ini yaitu teknik yang menekan tanah liat dengan bentuk yand menyesuaikan cetakan. Teknik ini bisa menghasilkan gerabah dengan lebih cepat dibandingkan dengan teknik lainnya. namun tentu harus berhati-hati dengan ketebalannya agar sama. 

6. Teknik cor atau tuang

Teknik tuang dalam pembuatan gerabah juga menggunakan acuan alat cetak. Sedangkan tanah liat yang digunakan yaitu tanah liat cair sehingga lebih mudah untuk dituang. Cetakannya umumnya menggunakan bahan gips karena gips lebih mudah menyerap air sehingga tanah liat cair tersebut menjadi lebih cepat kering. 

Sekarang ini juga sudah banyak yang menjual gerabah yang telah jadi bahkan bisa juga dibeli secara online yaitu di Blibli.com. ada banyak pilihan barang gerabah yang unik untuk memenuhi kebutuhan Anda dan pastinya dengan harga yang terjangkau. 

0 komentar:

Posting Komentar