Minggu, 11 Juli 2021

Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek


Sesak napas adalah keluhan yang dapat didasari oleh bermacam-macam penyebab, termasuk salah satunya asma. Tanda paling khas dari kondisi ini adalah napas pendek dan mengeluarkan suara karena mengi. Untungnya, ada beberapa obat yang dengan mudah bisa dibeli di apotek untuk mengatasi sesak napas. Namun, jangan asal beli. Pahami dulu jenis-jenis dan aturan pakainya dalam ulasan berikut.

Apa saja jenis obat untuk sesak napas?

Ketika sesak napas datang, Anda tentu merasa tidak nyaman. Dalam buku Clinical Methods yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information, sesak napas sering digambarkan sebagai kondisi tidak mampu mengambil napas dalam-dalam atau dada terasa sesak. Obat menjadi salah satu pertolongan yang digunakan untuk masalah ini.

Nah, kabar baiknya, ada banyak pilihan obat yang bisa didapat dengan mudah di apotek, baik obat resep maupun obat yang dapat dibeli secara bebas. Tentunya, Anda perlu membeli jenis obat sesuai dengan penyebab sesak napas dan tingkat keparahannya.

Berikut sejumlah obat sesak napas di apotik yang umum digunakan:

1. Obat kortikosteroid

Obat kortikosteroid digunakan untuk mencegah dan mengatasi peradangan yang terjadi di saluran pernapasan.

Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi jumlah lendir dan mengurangi pembengkakan. Dengan begitu, proses keluar-masuknya udara akan menjadi lebih mudah sehingga gejala sesak napas yang dialami penderita asma dapat segera mereda.

Obat untuk sesak napas kortikosteroid tersedia dalam beragam bentuk, seperti oral, hirup, dan suntik. Namun, obat jenis ini hanya dapat boleh digunakan dalam jangka pendek. Pasalnya obat ini menyimpan potensi efek samping yang serius bila digunakan dalam jangka panjang.

Salah satu obat sesak napas yang dapat dibeli di apotek tanpa harus menebus resep dokter adalah hidrokortison dosis rendah.

Sementara itu, untuk obat kortikosteroid lain berdosis tinggi, penggunaanya harus dengan resep dokter, seperti:

  • dexamethasone
  • prednison
  • betametason
  • metilprednisolon

2. Bronkodilator

Bronkodilator berfungsi untuk melebarkan saluran napas dan membuat otot-otot paru serta saluran pernapasan rileks. Setelah minum obat untuk sesak napas jenis ini, Anda dapat bernapas lebih lega dan nyaman.

Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua, yiatu:

  • Reaksi cepat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami sesak napas akut (tiba-tiba) akibat peradangan dan penyempitan saluran napas, seperti pada serangan asma akut.
  • Reaksi lambat. Bronkodilator reaksi lambat lebih ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penyakit paru-paru kronis (PPOK) atau asma kronis.

Berikut adalah beberapa contoh obat bronkodilator yang paling umum digunakan, yaitu:

  • Beta-2 agonist, seperti salbutamol, salmeterol, formoterol, dan vilanterol
  • Antikolinergik, seperti ipatropium, tiotropium, aclidinium, dan glikopironium
  • theophylline

3. Obat alergi

Jika sesak napas Anda disebabkan oleh alergi, Anda mungkin membutuhkan obat alergi dengan kandungan antihistamin dan dekongestan.

Sebaiknya selalu siap sedia obat alergi ke mana pun Anda pergi saat supaya alergi muncul, gejala asma dapat dicegah. Anda bisa mendapatkan obat ini secara bebas tanpa resep. Namun, pastikan Anda membaca dengan baik aturan pakainya.

4. Obat pengencer darah

Sesak napas yang Anda alami kemungkinan juga dapat disebabkan oleh penggumpalan atau pengentalan darah dalam paru. Kondisi ini disebut juga dengan emboli paru.

Maka itu, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan pengencer darah untuk mengatasi emboli paru yang Anda derita, serta mengurangi rasa sesak yang Anda alami.

Beberapa contoh obat pengencer darah yang diresepkan dokter adalah:

  • rivaroxaban
  • heparin
  • warfarin

5. Obat untuk gangguan cemas atau panik

Penyebab sesak napas lainnya yang cukup umum adalah gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Masalah mental ini sering kali membuat penderitanya mengalami serangan panik disertai sesak napas.

Oleh karena itu, memberikan obat penenang bisa juga menjadi solusi untuk mengatasi sesak napas. Berikut adalah beberapa contoh obat penenang yang diresepkan dokter:

  • selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti sertraline, escitalopram, dan paroxetine
  • serotonin and noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI), seperti venlafaxine dan duloxetine
  • benzodiazepine, seperti diazepam

0 komentar:

Posting Komentar