Rabu, 14 Juli 2021

Indofarma Pastikan Harga Ivermectin Tidak Melebihi Rp 7.500 per Tablet


PT Indofarma Tbk memastikan harga eceran tertinggi (HET) untuk Ivermectin 12 mg Harga Rp 7.500 per tablet. Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan pihaknya akan selalu memantau agar Ivermectin tidak dijual di atas HET.

“Kita pantau HET nya. Jadi HET nya Rp 7.500 ya, jadi konsumen bisa beli Rp 7.500 per butir. Itu kita pastikan bahwa semua outlet yang jual itu tidak akan menjual lebih dari harga eceran tertinggi,” ujar Arief dalam Live Corona Update.

Permintaan obat Ivermectin semakin meningkat sebab diyakini berkhasiat untuk penyembuhan COVID-19. Hal ini semakin diperkuat sejak 5 Juli lalu ketika BPOM akhirnya mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinis (PPUK) untuk Invermectin sebagai obat terapi pasien COVID-19.

Selain memastikan Ivermectin tidak dijual lebih dari HET, Arief mengatakan pihaknya juga melakukan patroli agar tidak ada oknum-oknum yang sengaja melakukan penimbunan produk. Menurutnya Indofarma akan melakukan monitoring ketat kepada kepala cabang, sales supervisor hingga ke salesman. 

Selain itu Arief juga mewanti-wanti bahwa pembelian Ivermectin harus dengan resep dokter. Sebab obat antiparisit ini memiliki dosis keras sehingga harus dikonsumsi di bawah anjuran dokter. “Kita pastikan tolong monitor penerapan penjualan tadi harus dengan resep dokter dan kedua dipastikan juga harganya tidak lebih dari HET,” ujarnya.

Mengingat Ivermectin merupakan obat keras, maka obat ini juga hanya dapat dibeli pada layanan fasilitas kesehatan saja seperti rumah sakit, apotek dan klinik. Arief memastikan pihaknya tidak menjual Ivermectin di luar ketiga faskes tersebut. Artinya Ivermectin produksi Indofarma juga tidak akan dijual bebas di pasaran termasuk lewat e-commerce.

“Kita punya 29 cabang di seluruh Indonesia saya kumpulkan mereka. Saya instruksikan mereka bahwa Ivermectin hanya bisa dijual di tiga faskes tadi,” ujarnya.

Sementara itu untuk distribusinya, Arief mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pendistribusian Ivermectin ke daerah dengan zona hitam, merah dan oranye atau daerah yang paling banyak terkonfirmasi kasus positif COVID-19.

“Beberapa prioritas yang dilakukan dalam distribusi ini, jadi daerah-daerah yang mungkin Anda tahu ya ada yang hitam, merah, daerah oranye itu ya. Nah kita akan prioritaskan di daerah-daerah tadi yang memang membutuhkan. Itu yang menjadi prioritas kami,” tandasnya. 

0 komentar:

Posting Komentar