Kamis, 26 Maret 2020

Sebaiknya Waspadai 5 Gejala Virus Corona ini


Wabah virus corona telah menyebar ke seluruh dunia dengan angka kematian yang cukup tinggi. Sudah sepatutnya Anda ikut membantu pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona yang sangat cepat. Sampai tanggal 25 Maret 2020 saja, jumlah penderita yang positif terinfeksi corona di Indonesia mencapai angka 790 orang. Penerapan gaya hidup sehat dan social distancing harus segera dilakukan guna mencegah penyebaran virus lebih cepat. Waspadai 5 gejala virus corona yang menunjukkan Anda telah tertular berikut:

1. Demam tinggi

Banyak orang yang cenderung abai terhadap gejala virus paling umum yaitu demam tinggi. Demam yang dialami penderita corona hampir sama dengan gejala flu biasa. Penderita harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami demam 38 derajat celcius. Ada pula kasus penderita corona yang memiliki suhu tubuh normal, namun positif corona saat melakukan tes.

2. Batuk parah

Gejala virus corona yang wajib Anda waspadai adalah batuk parah yang tak kunjung reda. Virus ini memang menyerang saluran pernapasan sehingga Anda akan merasakan sakit seperti gejala pneumonia. Paru-paru dalam tubuh pasien yang positif corona telah terinfeksi virus. Perbanyak mengonsumsi air minum atau air hangat yang dicampur garam untuk membunuh virus atau kuman yang berada di saluran tenggorokan.

3. Sesak napas

Pada orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau paru-paru, infeksi corona bisa menyebabkan komplikasi yang parah. Sedangkan orang sehat yang terkena virus corona akan mengalami sesak napas pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh paru-paru sudah terinfeksi virus. Sesak napas merupakan gejala lanjutan setelah pasien positif mengalami batuk yang parah.

4. Pilek dan sakit kepala

Biasanya penderita akan mengalami sakit kepala bersamaan dengan kondisi suhu tubuh yang tinggi. Selain itu, penderita yang mengalami pilek akibat terjangkit corona harus segera diisolasi sebab cairan atau lendir yang keluar sangat berisiko menularkan virus kepada orang lain.

5. Mual dan diare

Pada kasus tertentu, orang yang terkena virus corona mengalami mual dan diare sejak masa inkubasi virus selama 2-14 hari. Nafsu makan yang berkurang tidak boleh diabaikan begitu saja, lho! Bisa saja virus yang mulai menginfeksi tubuh karena bisa mempengaruhi saluran pencernaan.

Sebuah penelitian dari dr. Brennan Spiegel dari UCLA menyebutkan bahwa penderita positif corona yang mengalami masalah pencernaan pada awal inkubasi virus memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang langsung mengalami masalah pernapasan.

Selain beberapa gejala vital di atas, penderita corona bisa mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada dan bagian bibir atau wajah kebiruan. Gejala virus yang ringan bisa diantisipasi dengan melakukan isolasi mandiri di rumah, makan makanan yang meningkatkan daya tahan tubuh, dan menunggu gejala mereda sendiri. Sebaiknya terapkan social distancing dengan menghindari kerumunan atau bepergian ke tempat-tempat umum. Segala sesuatu yang bisa dikerjakan di rumah wajib Anda pertimbangkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Untuk Anda yang ingin belanja di swalayan, pasar atau mall, sebaiknya senantiasa gunakan masker dan cuci tangan menggunakan sabun setelah transaksi. Virus bisa menempel pada permukaan benda seperti pegangan eskalator, rak belanja, troli hingga uang tunai yang baru menyadarkan Anda tertular setelah mengalami gejala virus corona. Alternatifnya, Anda bisa belanja online yang lebih minim risiko tertular virus corona dibandingkan belanja di tempat umum.

Pilih belanja online di Shopee yang menawarkan promo gratis ongkir hingga 50 ribu rupiah dan 100 ekstra voucher untuk konsumen selama masa kampanye #BelanjaDariRumah. Dapatkan berbagai produk kesehatan yang mendukung diri dan keluarga terhindar dari penularan virus corona seperti produk obat dan multivitamin, tisu, hand sanitizer, masker, bahan pokok makanan, dan lain-lain. Yuk, mari bersama perangi virus corona dengan menerapkan social distancing!

0 komentar:

Posting Komentar