Jumat, 27 Desember 2019

SDM Unggul Bahan Bakar Utama Ekonomi Kreatif Indonesia

Dewasa ini, Indonesia tengah berada pada era pasar ekonomi digital yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam pelaksanaannya. Kehadiran Kamar Dagang Kadin Indonesia tentu sangat berpengaruh guna mendorong SDM yang ada di Indonesia agar lebih terampil.
Dengan adanya SDM yang unggul ini diharapkan ekonomi kreatif Indonesia dapat diandalkan sebagai tulang punggung dalam perekonomian nasional. Terlebih saat ini Indonesia sedang berada pada masa bonus demografi. Tentu hal ini membutuhkan penanganan yang lebih guna menjawab tantangan ekonomi digital pada masa yang akan datang.

Upaya meningkatkan Ekonomi Kreatif Indonesia

(Sumber: antarafoto.com)
Ekonomi kreatif ini memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itu, berbagai upaya harus dilakukan guna meningkatkan ekonomi kreatif. Upaya-upaya tersebut di antaranya adalah:

Indonesia harus dapat menghadapi bonus demografi

Dengan adanya bonus demografi, jumlah usia produktif akan jauh lebih tinggi dibanding dengan usia non produktif. Jumlah angkatan kerja dengan usia yang muda pada masa ini juga sangat tinggi. Dengan fenomena ini, tentu sangat penting untuk dapat mencetak SDM yang unggul.
SDM yang unggul ini juga diharapkan dapat terampil dalam bidang teknologi dan juga industri kreatif. Dengan begitu, besar kemungkinan Indonesia dapat menyambut era ekonomi digital dengan baik.

Mencetak catatan positif ekonomi kreatif Indonesia

Industri kreatif dewasa ini menjadi satu hal yang sangat penting untuk dikembangkan guna mendukung perekonomian dan juga kesejahteraan sosial. Pada abad ke-21 ini, kreativitas manusia juga menjadi sumber daya ekonomi yang paling utama. Bahkan, suatu industri akan sangat bergantung pada pengetahuan yang didasarkan pada inovasi dan kreativitas.
Dari catatan Kadin menyebutkan bahwa ekonomi kreatif pada tahun 2017 dapat menyumbang PDB sebesar 1000 triliun rupiah. Bahkan, jumlah ini mengalami peningkatan hingga 1.105 triliun rupiah pada tahun 2018. Untuk tahun 2019 sendiri diprediksi sumbangan ekonomi kreatif untuk PDB akan meningkat menjadi 1.211 triliun rupiah.
Ekonomi kreatif yang menyumbang nilai sangat besar ini berasal dari tiga subsektor unggulan. Ketiga subsektor tersebut adalah kriya, fashion, dan juga kuliner. Sementara itu, musik, pengembangan aplikasi, permainan, dan film menjadi sub sektor prioritas yang akan terus dikembangkan.

Mengembangkan industri kreatif berbasis media, desain, elektronik, dan budaya

Selain terfokus pada teknologi, industri kreatif juga terus dikembangkan pada basis media, desain, elektronik, dan juga budaya. Dengan adanya SDM yang unggul, diharapkan ekonomi kreatif pada basis ini dapat menjadi sebuah kekuatan yang baru. Nah, untuk dapat mencapai hal ini tentu pemerintah dan pihak dunia usaha harus bisa bekerja sama dengan baik.
Kedua elemen ini diharapkan mampu menciptakan terobosan-terobosan yang dapat diterapkan para pelaku ekonomi kreatif. Saat pelaku ekonomi kreatif ini dapat diandalkan dengan baik, besar kemungkinan perekonomian nasional pada masa yang akan datang dapat tertopang dengan baik pula.

Memanfaatkan potensi besar ekonomi kreatif dan digital

Sebuah riset dari e-Conomy SEA 2019 yang terdiri dari Temasek, Google, dan Bain Company mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi digital melaju pesat untuk kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Transformasi ekonomi yang seperti ini ternyata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi lebih dinamis.
Bahkan, diprediksi pada tahun ini internet ekonomi Indonesia akan mencapai hingga USD 40 miliar. Cukup menakjubkan, bukan? Tak hanya itu, tingkat pertumbuhan Indonesia ini mencapai hingga 49 persen. Pertumbuhan ini juga menjadi pertumbuhan paling pesat jika dibandingkan dengan negara asia tenggara yang lainnya.
Pertumbuhan ekonomi ini juga diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2025. Bahkan, pada tahun 2025 diprediksi akan mengantongi sebesar USD 133 miliar. Nah, pertumbuhan ekonomi digital ini mencakup lima sektor, yaitu transportasi online, e-commerce, jasa keuangan digital, wisata dan perjalanan, serta media online.
Seperti yang kita tahu, Indonesia tengah berada pada era pasar ekonomi digital yang membutuhkan SDM yang unggul. Dengan SDM yang unggul, diharapkan ekonomi kreatif Indonesia dapat diandalkan dalam perekonomian nasional. Nah, pembentukan SDM yang unggul ini tentu membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, tak terkecuali Kadin Indonesia.


0 komentar:

Posting Komentar