Rabu, 04 Desember 2019

Menulik Deja Vu, Fenomena Unik Yang Masih Menjadi Misteri


Pernah kah kalian  merasaka fenomena Deja Vu ? Fenomena ini tentu sering dialami setiap orang, namun beberapa masih heran bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Fenomena ini adalah kejadian, dimana seolah kita pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. Dari pada bingung, yuk kita simak fenomena yang unik ini dalam ulasan berikut. 

Fenomena “Penah Melihat” yang Misterius 

Kata Deja Vu berasal dari bahasa Prancis, dimana memiliki arti “sudah pernah melihat”. Menurut mitos yang terjadi, fenomena ini melambangkan kejadian di masa lampau, sebelum ber-reinkarnasi. Kejadian ini seringkali terjadi dengan rentan waktu 10 hingga 30 detik, dimana kita akan merasa pernah merasakan kejadian tersebut. 

Perasaan aneh itu akan sulit untuk dijelaskan, kapan dan dimana kita pernah merasakan hal yang sama. Hampir seluruh masyarakat pasti pernah merasakan kejadian ini, sehingga para ilmuwan pun mulai untuk menelitinya. Dalam penelitian modern yang telah dilakukan, sekitar 2 hingga 3 orang pernah mengalami Dejavu dapat mengalaminya kembali. 

Meskipun banyak yang percaya dengan mitos reikarnasi, namun tentu hal tersebut tidak bisa dijelaskan dan dijadikan jawaban yang pasti. Pasalnya, tiak ada yang bisa membuktikan adanya kehidupan di masa lalu oleh orang yang sama. Kehidupan di masa lalu seperti sebuah misteri dunia, yang tidak dapat diungkapkan oleh manusia. 

Dikutip dari harapanrakyat.com, sesungguhnya fenomena Deja Vu dapat dijelaskan dengan jelas dan itu pun berkaitan dengan ilmu yang dapat dijabarkan. Fenomena ini berkaitan dengan salah satu bagian otak, yang disebut dengan dentate gyrus. Hal ini pun dibenarkan, dan dapat dibuktikan sesuai dengan kinerja otak yang sesungguhnya. 

Ingatan Berasa Dari Ingatan Episodik

Otak menjadi sebuah organ, dimana penentu jalannya seluruh sel dan organ di dalam tubuh. Otak pun menjadi bagian terpenting, yang berperan penting dalam menyimpan ingatan episodik. Setiap potongan kejadian yang kita alami, akan terekam dan tersimpan pada bagian otak yang disebut dengan dentate gyrus. 

Setiap kejadian, sesungguhnya adalah kejadian yang baru. Namun setiap peristiwa yang kita alami, akan dicocokkan dengan ingatan episodik yang tersimpan. Jika setiap kejadiannya tidak sama, maka yang kita lakukan akan menjadi peristiwa baru. Peristiwa ini nantinya akan tersimpan, dan menjadi memori baru pada dentate gyrus. 

Sedangkan untuk Dejavu, fenomena dapat terjadi karena bagian otak tidak berfungsi seperti seharusnya. Sehingga peristiwa yang kita lalui, akan dianggap sama dan mirip dengan kejadian yang tersimpan pada dentate gyrus. Sehingga akan menimbulkan perasaan, bahwa kita pernah merasakan atau mengalami hal yang sangat mirip sebelumnya. 

Fenomena yang Berkaitan dengan Keinginan 

Perasaan pernah mengalami tersebut, sesungguhnya hanyalah sebuah ilusi. Fenomena Deja Vu berkaitan pula dengan keinginan dari alam bawah sadar kita, bahkan bisa dibilang merupakan hal yang dibayangkan sebelumnya. Hal ini pun dibenarkan oleh peneliti yang dilakukan Kenneth A. Peller dari Northwestern University. 

Untuk membuktikan hal tersebut, Kenneth melakukan uji coba dengan melibatkan sejumlah relawan dan beberapa gambar. Gambar yang disiapkan akan ditunjukkan kepada seluruh relawan, namun Kenneth meminta para relawan untuk memikirkan benda lain. Sehingga gambar dan benda pada pikiran merupakan benda yang berbeda. 

Pada awal Kenneth memberikan gambar apel, dimana peserta harus memikirkan buah selain apel. Selanjutnya Kenneth memberikan gambar kerbau, dan membuat relawan bingung untuk menyebut hewan tersebut. Para relawan bingung apakah pernah melihat atau hanya sekedar membayangkan binatang tersebut, hal inilah yang menimbulkan dejavu. 

Selain Kenneth, ada satu terori yang mengatakan bahwa dejavu disebabkan oleh rhinal cortex. Rhinal Cortex adalah salah satu bagian otak, yang berperan penting untuk mendeteksi rasa familiar. Salah satu bagian otak ini, dapat berfungsi tanpa mengikat hipokampus yang berhubungan dengan memori. Sehingga kita tak akan dapat mengingat kapan dan dimana, kita pernah mengalami kejadian yang sama. 

Kejadian Dejavu, tentu pernah dialami oleh setiap orang. Perasaan aneh yang terus merasa pernah mengalami kejadian ini, terkadang membuat kita berusaha untuk mengingat kapan kita pernah mengalaminya. Dengan mengetahui penyebab fenomena Dejavu, kini anda dapat mengetahui bahwa fenomena ini hanyalah sebuah manupilasi otak atau kejadian dimana otak memori kurang bekerja secara normal. 

0 komentar:

Posting Komentar