Senin, 07 Oktober 2019

Coba Cara Ini Untuk Dapatkan Keuntungan Maksimal Dalam Memulai Bisnis Ternak Ayam Kampung


Salah satu sumber makanan hewani yang paling banyak dibutuhkan adalah daging ayam. Maka tak heran jika pasokan daging ayam di pasar selalu memiliki banyak permintaan, terutama untuk jenis ayam kampung. Sehingga para pebisnis ternak akan selalu kebanjiran orderan. Terlebih kini menjalankan bisnis ternak ayam kampung merupakan sebuah usaha yang bisa dibilang menjanjikan. 
Mengapa jenis ayam kampung lebih banyak diminati? Karena ayam kampung dinilai lebih memiliki kandungan yang baik untuk tubuh, ketimbang ayam negeri. Pasalnya, kini banyak rumor bahwa ayam negeri sering diberi obat penambah bobot, sehingga ukuran yang besar dari ayam negeri tidak tumbuh secara alami. 
Maka dari itu, memulai bisnis ternak ayam kampung bisa dibilang menjadi peluang yang sangat bagus saat ini. Namun, bagaimana cara memulainya agar bisnis tersebut bisa berjalan baik dan bisa sukses serta menghasilkan banyak keuntungan? Sebelum memulai, ada baiknya Anda mengetahui beberapa faktor penting berikut agar bisa merencanakan bisnis ternak ayam kampung dengan baik.

1. Pilih Bisnis Ternak Ayam Kampung Dengan Kualitas Terbaik

Sebelum memulai bisnis ternak ayam kampung, sebagai alternatif bisnis yang menguntungkan, Anda harus pahami dulu jenis-jenis ayam kampung yang memiliki keunggulan dan kualitas terbaik itu seperti apa. Berikut ulasannya:
- Anda harus memiliki ayam kampung jenis super agar waktu panen bisa lebih cepat. 
- Untuk soal harga, ayam kampung memiliki nilai harga lebih tinggi ketimbang ayam boiler atau ayam negeri. Hal itu dikarenakan bisnis ternak ayam kampung memiliki masa panen yang lebih lama. 
- Untuk jenis ayam kampung super, lebih tahan terhadap penyakit, sehingga tingkat sakit atau kematiannya juga lebih rendah, dan hanya sekitar 2% saja. Dan itu artinya para pebisnis ternak ayam kampung bisa memanen ayam lebih banyak.
- Ayam kampung juga memiliki rasa daging yang lebih gurih dan enak. Meski agak mahal, namun penggemar daging ayam kampung tetap banyak. 
- Tidak hanya enak, daging ayam kampung juga lebih sehat, karena lebih sedikit mengandung lemak. Selain itu, makanan ayam kampung juga terbuat dari bahan-bahan alami, sehingga menghasilkan daging yang lebih sehat. 

2. Perhatikan Faktor Kendala

Meski tengah memiliki peluang yang bagus, sebagaimana bisnis lainnya, bisnis ternak ayam kampung pun tentunya memiliki kendala, yang Anda harus ketahui agar bisa dihindari dan bisa melakukan solusi. Yang di mana kendala tersebut diantaranya adalah: 
- Pertumbuhan ayam kampung relatif lebih lambat, terutama jika tidak menggunakan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam unggulan. 
- Nah, untuk mendapatkan DOC ini, disebut-sebut masih relatif sulit. 
- Pertumbuhan ayam biasanya tidak seragam, sehingga bisa memengaruhi kestabilan suplai untuk memenuhi permintaan konsumen.  
Nah, untuk meminimalkan kendala tersebut, Anda dan para pebisnis ternak ayam kampung harus membutuhkan dukungan dari pemerintah melalui penelitian, teknologi dan juga berupa strategi pengembangan peternakan unggas yang lebih baik. 

3. Perhatikan Target Konsumen

Meski ayam boiler atau ayam kampung memiliki pasokan yang besar, hal itu tidak memungkinkan untuk para pelaku bisnis ternak ayam kampung untuk memiliki tarhet konsumen tetap. Karena ayam kampung juga memiliki pasar yang besar loh. 
Hal itu dibuktikan bahwa saat ini masyarakat sudah mulai sadar dengan makanan sehat yang harus mereka konsumsi. Selain konsumen perorangan, para pelaku bisnis ternak ayam kampung juga bisa menargetkan apra pelaku usaha kuliner, sebagai konsumen usaha ternak ayam kampung. Sehingga Anda bisa bekerja sama dan saling menguntungkan. 

4. Strategi Promosi

Meski Anda telah mengembangkan produk unggulan berupa bisnis ternak ayam kampung, namun jika tidak dikenal atau tidak dipromosikan dengan, maka bisnis tersebut akan sia-sia. Tidak hanya bisnis fashion saja membutuhkan promosi, bisnis ternak ayam kampung juga membutuhkan promosi loh. 
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari: 
- Promosi mulut ke mulut, ke tetangga, keluarga, teman dan orang terdekat lainnya.
- Memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 
- Menjalin kerja sama dengan para pelaku bisnis kuliner.
- Bekerja sama dengan pemerintah setempat, misalnya dengan mengikuti event-event promosi, seperti bazar atau pameran UMKM dan sebagainya. 
Nah, itu dia beberapa tips untuk memulai bisnis ternak ayam kampung. Tidak hanya dalam bentuk ayam utuh, ternyata Anda juga bisa membuka bisnis ayam potong loh. Untuk bisnis ayam potong juga memiliki tips dan trik nya tersendiri, di mana informasi lengkapnya bisa Anda baca di link berikut ini: https://www.cekaja.com/info/tips-memulai-bisnis-ternak-ayam-potong-yang-cepat-menghasilkan/

0 komentar:

Posting Komentar