Rabu, 26 Juni 2019

Manfaatkan Akhir Pekan dengan Ikut Workshop dan Kelas Olahraga


Akhir pekan jangan dihabiskan dengan berdiam diri di rumah saja. Keluar rumah dan melakukan aktivitas berbeda konon bisa membuat tubuh dan pikiran lebih segar untuk menyambut hari Senin. Mendukung para penggunanya untuk melakukan kegiatan bermanfaat selama akhir pekan, Traveloka Xperience menghadirkan promo khusus Thank God It's the Weekend untuk kategori Kursus & Workshop dan Olahraga.

Tanpa perlu memasukkan kode kupon, pengguna Traveloka dapat menikmati diskon 30% untuk transaksi di tanggal 12-14 Juli 2019. Tertarik menggunakan kuponnya tapi belum memiliki daftar aktivitas yang bisa dilakukan? Simak rekomendasi aktivitas seru di Jakarta untuk akhir pekan berikut ini:

Kelas Melukis


Terbiasa mengagumi karya seni orang lain di dalam sebuah pameran adalah hal yang tak bisa dihindari. Dari kekaguman ini, bisa muncul keinginan untuk menghasilkan karya seni sendiri. Saat ini, terdapat banyak sekali kelas melukis yang dibuka untuk umum dan segala usia. Beberapa di antaranya adalah Ganara Art dan Carrot Academy.

Ganara Art yang berlokasi di kawasan Pluit dan Kemang ini menyediakan kelas singkat dengan berbagai kategori seni, seperti melukis, printmaking, dan membuat tembikar. Di sini, terdapat dua kelas utama yaitu kelas untuk anak dan untuk dewasa. Anak-anak tak akan merasa bosan karena bisa belajar sekaligus bermain di Art Studio dan Art Playground. Sedangkan untuk pengunjung dewasa, mengisi akhir pekan dengan kegiatan baru pasti bisa jadi salah satu penyegaran tubuh dan pikiran terbaik.

Kelas seni lain yang juga menarik adalah Carrot Academy. Di sini, pengunjung akan dimentori oleh para ahli bersertifikat untuk belajar membuat ilustrasi dengan media beragam, seperti pensil, cat air, hingga digital. Pengunjung tak perlu membawa alat pribadi karena Carrot Academy telah menyediakan peralatannya lengkap. Sepulang dari kelas ini, pengunjung juga dibekali dengan sertifikat untuk disimpan di rumah. Bermanfaat sekali, bukan?

Kelas Memasak


Mencoba segala resep di dapur sendiri bisa menjadi kegiatan paling menyenangkan di akhir pekan, tapi bagaimana jika datang kesempatan untuk belajar memasak di kelas khusus dengan harga miring?

ABC Cooking Studio hingga saat ini masih menjadi salah satu kelas memasak terbaik di dalam negeri. Dilengkapi dengan peralatan memasak berkualitas, dapur bersih dan luas, juga bimbingan para ahli di bidangnya, ABC Cooking Studio akan menjadi kelas memasak ideal untuk semua kalangan.

Studio memasak yang berada di Central Park dan Senayan City ini memiliki pilihan menu untuk pengunjungnya, seperti cake, bread, cooking, dan wagashi (manisan khas Jepang). Tersedia pula kelas memasak untuk anak-anak dengan pilihan menu yang telah disesuaikan.

Kelas Muay Thai


Bagi penggemar olahraga atau yang hanya ingin mencoba jenis olahraga baru, Muay Thai bisa menjadi pilihan. Tinju asal Thailand ini mulai banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai aktivitas olahraga, bela diri, juga metode diet yang menyenangkan. Studio Muay Thai pun mulai banyak dibuka, salah satunya adalah Jakarta Muay Thai & MMA.

Tak perlu khawatir jika kamu merupakan pemula dalam olahraga ini. Di Jakarta Muay Thai & MMA pengunjung akan dilatih dan diajak mengenal dasar-dasar Muay Thai dengan maksimal untuk menghindari cedera. Berlatih di sini pun dijamin aman karena setiap pengunjung akan didampingi oleh satu instruktur yang memastikan seluruh proses latihan berjalan lancar. Di sini juga tersedia peralatan mandi dan loker untuk menyimpan barang pribadi agar kamu tetap fokus selama berlatih.

Itu dia 3 rekomendasi kegiatan selama akhir pekan yang bisa kamu lakukan. Dengan ini, tidak ada lagi alasan untuk berdiam diri di rumah dan menghadapi hari Senin tanpa semangat baru. Terlebih, promo Thank God It's the Weekend dari Traveloka Xperience memungkinkan kamu mengikuti semua kelas di atas dengan harga yang jauh lebih murah.

Rabu, 19 Juni 2019

Musim Kemarau Tiba, Berikut Cara Atasi Alergi Debu yang Mungkin Kamu Alami


Pada musim kemarau seperti sekarang, debu yang beredar bisa jadi lebih banyak dibanding sebelumnya. Hal ini bisa membuat orang-orang yang memang memiliki alergi terhadap debu mengalami sejumlah masalah seperti hidung beringus, bersin-bersin, atau bahkan hingga mata berair.

Dilansir dari Medical Daily, alergi ini bisa diredakan secara mudah dengan melakukan yoga atau sejumlah olahraga pernapasan. Richard Usatine, profesor dari University of Texas Health Science Center di San Antonio, menjelaskan bahwa stres merupakan salah satu hal yang bisa melemahkan sistem imun tubuh dan memperparah alergi.

Larry Payne, salah satu terapis yoga dari Los Angeles menyebut bahwa terdapat latihan dalam yoga bernama Kapalabhati Pranayama yang bisa mengatasi masalah ini. Cara ini merupakan teknik pembersihan tubuh secara tradisional yang memanfaatkan rangkaian napas pendek melalui hidung.

Cara mengembuskan napas melalui hidung ini bisa menghilangkan berbagai gangguan dari rongga hidung. Payne menyebut bahwa jika kamu memiliki gejala akut dan hidungmu mengembung, kamu sebaiknya melakukan cara lain seperti bernapas dan mengembuskannya secara panjang.

Untuk melakukan hal ini, kamu bisa menarik napas selama tiga hitungan lalu mengembuskannya pada hitungan empat. Selanjutnya kamu menarik napas selama empat hitungan dan mengembuskannya pada hitungan keenam.

Payne menjelaskan bahwa rangkaian tersebut didesain untuk membuka dadamu dan memperlancar pernapasan. Rangkaian cara bernapas ini bisa sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki alergi parah.

Terdapat sejumlah penelitian yang menyebut manfaat dari melakukan teknik pernapasan ini. Tidak hanya menghilangkan rasa mampat, teknik bernapas ini juga bisa meredakan pikiran yang kacau dan menurunkan risiko serengan panik seseorang.

sempatkan waktu beberapa menit setiap hari melakukan teknik pernapasan ini untuk mengatasi masalah kesehatan yang kamu alami. Hal ini juga bisa membuat pikiran yang kusut kembali terang.

Kamis, 13 Juni 2019

Luar Biasa, 30 Ribu Wisatawan Saksikan Tari Bali Padma Bhuwana


Kemeriahan benar-benar tercipta di Pesta Kesenian Bali 2019. Berbagai atraksi diserbu pengunjung. Salah satunya Oratorium Tari Bali Padma Bhuwana. Para wisatawam menikmati cerita, dialek, gerak tari, dan kostum unik. Mereka bertahan hingga acara selesai.

Pagelaran Oratorium Tari Bali Padma Bhuwana digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar. Sekitar 30 Ribu memadati venue. Dari jumlah itu, 10% diantaranya merupakan wisman. Mereka datang dari berbagai negara dengan beragam warna kulit dan style.

"Jumlah wisatawan yang hadir di Taman Budaya itu luar biasa. Mereka sangat antusias sekali. Di tribun atas dan bawah berjubel, bahkan hingga meluber ke luar. Mereka tertarik dengan beragam pentas seni dan budaya yang ditampilkan di sini," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Bali Kasi Seni Pertunjukan Ida Bagus Wiswabajra.

Untuk memberi kenyamanan, big screen dipasang pada salah satu sisi Taman Budaya Provinsi Bali. Para wisatawan yang tidak bisa masuk pun terlihat nyaman menikmati alur cerita pertunjukan. Pagelaran Oratorium Tari Padma Bhuwana digelar kolosal. Event ini ditampilkan oleh Institut Seni Indonesia Denpasar. Mereka mengambil cerita masa kerajaan Bali lampau.

"Panggung ini menampilkan beragam pagelaran di setiap malamnya. Ada banyak cerita menarik yang akan ditampilkan. Kami yakin, anemo publik akan besar seperti untuk malam-malam berikutnya. Sebab, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan selain menikmati pagelaran," ujar Ida Bagus lagi.

Oratorium Tari Padma Bhuwana menceritakan kejayaan Bali pada masa silam. Backgroundnya masa kepemimpinan Dalem Waturenggong. Kilas baliknya kepemimpinan Raja Jayapangus dan Sri Astasura Ratna Bhumi Banten.

Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuty menerangkan, kebesaran Bali masa lampau menjadi semangat untuk membangun daerah.

"Publik di Bali memang luar biasa. Mereka sangat mengapresiasi berbagai warna budaya di sana. Angka pengunjung besar juga tersaji saat Pawai Pesta Kesenian Bali. Animo ini ternyata berlanjut pada malam hari di Taman Budaya. Rapor tersebut tentu menjadi start positif event secara keseluruhan. Apalagi, ada penyemangat dari cermin kebesaran Bali di masa lampau. Ini jadi semangat bagi daerah," terang Esthy.

Cerita kisah oratorium kejayaan Bali masa lampau pun mencapai pucak. Pengakuan diberikan pun pada Dalem Waturenggong oleh Bharmana Keling. Gelar Dalem Sidha Karya yang awalnya ditolak, akhirnya diterima.

Esthy menambahkan, masyarakat Bali sangat menghormati para leluhurnya. Mereka ini selalu dikenang dan beragam tradisi dilestarikan.

"Bali memiliki banyak history besar. Semuanya tetap terpelihara dengan baik lintas generasi. Generasi-generasi selanjutnya sangat menghormati para leluhurnya. Dan, kebesaran Dalem Waturenggong ini bisa dinikmati hingga saat ini. Hanya kemasannya yang berbeda, tapi inti cerita dan alurnya otentik," jelas Esthy lagi.

Dalem Waturenggong memimpin Bali pada abad ke-16. Tangan dinginnya mengantar era keemasan Kerajaan Gelgel Bali. Karya besarnya ekspansi politik hingga renovasi budaya. Para fase berikutnya, Dalem Waturenggong dijadikan prototype bagi pemimpin Bali berikutnya.

Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, semangat Dalem Waturenggong terus mengalir.

"Dengan besarnya anemo publik di Bali, kami optimistis penyelenggaraan event akan sukses besar. Ada banyak inspirasi besar di sana. Visi Dalem Waturenggong juga tetap tertanam kuat dalam masyarakat Bali. Artinya, mereka akan terus gigih guna mengembangkan pariwisata sebagai leading sector di sana," tegas Ricky.

Digelar epic, persiapan panjang dilakukan Pagelaran Oratorium Tari Bali Padma Bhuwana. Pagelaran ini melibatkan mahasiswa ISI Denpasar lintas jurusan. Ada jurusan Seni Karawitan, Seni Musik, Seni Tari, juga Seni Pedalangan. Durasi latihannya, sekitar 8 Jam sehari selama 3 pekan.

Apresiasi diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

"Budaya dan beragam tradisi di Bali akan tetap lestari. Kepedulian luar biasa diberikan para milenialnya. Dengan dukungan besar ini, pariwisata di Bali akan terus berkembang. Mengacu respon wisatawan di awal penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali, akan ada value ekonomi besar yang dinikmati masyarakat. Bali punya segalanya. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya luar biasa," tutup Arief yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik.

Senin, 10 Juni 2019

Cara Antisipasi Malware yang Menyamar jadi WhatsApp Android


CSebuah malware terbaru bernama Agent Smith baru-baru ini dilaporkan menyerang banyak perangkat Android. Tak tanggung, disebut malware ini telah menyerang 25 juta perangkat.

Tak Cuma Berkirim File, Ini Deretan Fungsi Bluetooth yang Tak Banyak Tahu!
Malware ini diketahui menggantikan aplikasi yang dipasang perangkat Android dengan versi berbahaya berisi iklan.

Perusahaan keamanan Israel Check Point yang menemukan malware ini menyebut Agent Smith mengeksploitasi beragam kelemahan di Android.

Setelah itu, malware ini menggantikan aplikasi yang terpasang di perangkat pengguna tanpa diketahui. Lantas, bagaimana cara mencegah menjadi korban malware Agent Smith?

Dikutip dari blog resmi Check Point via Tekno Liputan6.com, salah satu cara agar tidak menjadi korban malware ini adalah dengan mengunduh aplikasi dari toko resmi atau terpercaya.

Alasannya, malware Agent Smith kebanyakan berasal dari unduhan di toko aplikasi pihak ketiga bernama 9Apps. Perlu diketahui, toko semacam itu kerap tidak memiliki fitur keamanan untuk memblokir aplikasi dengan adware.

Sementara untuk perangkat Android yang sudah terinfeksi malware Agent Smith atau pengguna yang ingin mengetahui apakah perangkatnya menjadi korban malware ini, dapat mencoba cara berikut.
  1. Buka Menu Settings
  2. Klik Apps atau Application Manager
  3. Cari aplikasi yang mencurigakan dan hapus

Untuk mengetahui apakah sebuah aplikasi sudah terkena malware Agent Smith, pengguna perlu membukanya terlebih dulu dan mencari kejanggalannya.

Contohnya jika pengguna memiliki WhatsApp yang menampilkan iklan, dapat dipastikan aplikasi itu berbahaya dan perlu dihapus.

Ada pula beberapa aplikasi yang dapat langsung dihapus saat menemukkanya, seperti Google Updater, Google Installer for U, Google Powers dan Google Installer.

Sekadar informasi, Mengutip laman Forbes, kebanyakan korban malware Agent Smith berada di India. Setidaknya ada 15 juta perangkat Android yang terinfeksi. Sementara di AS, ada lebih dari 300 ribu Android terinfeksi, serta 137 ribu perangkat Android terdampak di Inggris.

Selain itu, malware ini menyebar melalui toko aplikasi pihak ketiga 9apps.com yang dimiliki oleh Alibaba. Biasanya serangan dari aplikasi non-Google Play menyasar pada pengguna Android yang ada di negara berkembang.

Hal ini membuat Agent Smith resmi jadi salah satu serangan malware terburuk dalam sejarah Android.

Kamis, 06 Juni 2019

Nowela Bikin Pecah Festival Crossborder Sota 2019


Pecah! Seperti itulah gambaran puncak Festival Crossborder Sota 2019. Lapangan Pattimura di Distrik Sota, Merauke, Papua, dipenuhi pengunjung. Mereka antusias menyaksikan aksi panggung Nowela.

Sebagai bintang tamu utama, Nowela mampu memberikan aksi terbaiknya. Yang membuat seru, penyanyi jebolan Indonesia Idol itu membawakan lagu berbagai genre.

Mulai lagu pop, dangdut, lagu tradisional Papua, lagu berbahasa Jawa, dan lainnya. Semua lagu yang dibawanya mampu membuat pengunjung bersemangat.

Buat Nowela, Merauke memiliki arti tersendiri. Sebab, Nowela melewati masa remajanya di sini.

"Ada yang tahu tidak kalau Nowela pernah tinggal di Merauke. Nowela pernah bersekolah di SMPN 1 Merauke," kata Nowela, disambut tepuk tangan penonton.

Buat Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, kehadiran Nowela mampu memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat Sota dan Papua Nugini.

"Masyarakat perbatasan sangat membutuhkan hiburan. Bukan hanya masyarakat Sota. Tetapi juga Papua Nugini. Makanya kita memberikan hiburan. Dengan tujuan menarik wisatawan Papua Nugini agar bersedia datang ke Indonesia," ujar Ricky.

Dijelaskannya, konsep festival crossborder adalah mengajak masyarakat perbatasan untuk bergembira bersama.

"Oleh karena itu, yang kita perkenalkan adalah budaya dari kedua negara. Kita hadirkan budaya Indonesia lewat tarian Papua dan tarian dari Papua Nugini. Kita mengajak wisatawan Papua Nugini untuk bergembira bersama-sama," katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan acungan jempol buat suksesnya perhelatan Festival Crossborder Sota 2019.

"Festival ini sudah memberikan hiburan. Membagikan kebahagiaan. Selama ini, musik sangat efektif untuk menarik wisatawan perbatasan. Hal ini memungkinkan karena musik adalah bahasa universal," papar mantan Dirut PT Telkom itu.