Kamis, 30 Mei 2019

1001 Warung Kopi Jadi Potensi Wisata di Belitung Timur


Selain dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, Belitung memiliki branding lain yaitu '1001 Warung Kopi'. Sebutan tersebut mengemuka lantaran banyaknya warung kopi yang menjamur di daerah ini, khususnya di wilayah Kabupaten Belitung Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Belitung Timur, Evi Nardi mengatakan, minum kopi sudah menjadi tradisi atau semacam budaya yang lekat pada masyarakat Beltim. Meski awalnya minum kopi merupakan aktivitas harian pekerja tambang, namun kebiasaan tersebut akhirnya diikuti masyarakat setempat. Bahkan kemudian menjadi semacam identitas.

Padahal, lanjut Nardi, sejauh ini bahan baku kopi masih didatangkan dari luar daerah. Karenanya, ia mendorong masyarakat melalui dinas terkait untuk dapat menghasilkan sendiri produk kopi berkualitas yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang mulai menanam kopi. Salah satunya di Desa Wilangan. Ini memang harus dimulai. Mau gak mau, suka gak suka, kita harus bisa menanam kopi sendiri. Karena produk kopi itu nantinya juga bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan," ujarnya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Wisata Perkotaan di Guest Hotel Belitung Timur.

Diakui Nardi, masih banyak pelaku pariwisata di Belitung Timur yang belum menggarap potensi 1001 Warung Kopi ini. Karenanya, ia berterimakasih pada Kementerian Pariwisata yang berkenan menggelar Bimtek di daerahnya. Ia berharap ada pencerahan bagaimana mengemas potensi tersebut, sehingga menjadi sesuatu yang menarik dan dapat mendatangkan wisatawan.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menjelaskan, gagasan membangun wisata bisa muncul dari mana saja. Bukan hanya 'memoles' potensi alam yang memang sudah dianugerahkan Tuhan, tetapi bisa menggali dari segi budaya. Terlebih, budaya Indonesia sangat luar biasa. Dari sisi etnis sendiri, ada lebih dari tujuh ratus suku bangsa yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air.

"Sejauh ini, budaya menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Tak salah jika ada anggapan bahwa semakin dilestarikan, maka budaya akan semakin menyejahterakan," terangnya.

Terkait Bimtek sendiri, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, kegiatan ini memiliki output produk wisata berupa pengemasan dan pemaketan wisata perkotaan di Belitung Timur. Adapun tujuannya, antara lain untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata perkotaan dan terbentuknya paket wisata perkotaan di daerah setempat.

"Pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Tahun ini, pariwisata diproyeksikan menjadi sektor penghasil devisa terbesar di Indonesia. Bahkan menjadi destinasi terbaik di kawasan regional, dan mampu melampaui ASEAN," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, seni budaya masih menjadi perhatian serius Kemenpar. Sebab, 60 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya. Selebihnya, 35 persen karena alam, dan 5 persen karena faktor buatan. Seperti meeting, incentive, conference, danexhibition (MICE), wisata olahraga, dan hiburan.

"Ragam budaya di Indonesia sangat kaya. Ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplorasi di lebih dari 17 ribu pulau. Dari beragam suku yang ada, juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Dari sisi atraksi, budaya kita jelas sangat kuat. Ini yang harus dikelola secara serius bersama-sama," tegasnya. 

Kamis, 23 Mei 2019

Asyik, Semarang Night Carnival Bakal Hadir Kembali


Event Semarang Night Carnival (SNC) bakal digelar kembali. Kali ini, Semarang Night Carnival akan digelar 3 Juli 2019. Pastikan kalian hadir di Kota Lumpia. Karena kegiatannya dijamin keren.

"Banyak yang seru. Nanti pengunjung bisa berfoto bersama para peserta," ujar Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Beragam kekayaan seni Kota Semarang akan ditampilkan. Kemasannya dijamin keren. Semua akan dibalut sentuhan modernisasi dan seni budaya lokal.

"Konsepnya grand carnival. Kami ingin karnaval ini menjadi potensi wisata unggulan yang dapat menggerakkan potensi wisata lainnya seperti perhotelan, restoran, transportasi, suvenir, makanan khas, dan lain-lain," timpal Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari.

Selain karnaval peserta SNC, akan ada juga Pawai Budaya 98. Pawainya diikuti anggota Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (APEKSI) yang pada 2-6 Juli mengikuti Rakernas APEKSI di Kota Semarang.

"Tahun ini partisipasi dari negara luar semakin banyak. Ini merupakan bukti Kota Semarang yang semakin maju dengan sektor pariwisatanya sehingga bisa go international," tambahnya.

SNC memang punya magnet tinggi. Dari pelajar, hingga negara sahabat, semua ikut berpartisipasi. Di edisi 2018, para pelajar dan peserta umum akan tampil dengan kostum warna-warni. BUMN, RSUD, serta peserta luar dari Salatiga, Jember, Jepara, Manado, Papua, dan Pemalang, ikut ambil bagian.

Dari luar negeri, ada China, Srilanka, Senegal, Korea, dan Taiwan yang sudah memasukkan nama kontingen ke panitia. Semuanya bakal melebur jadi satu mengangkat tema "Pelangi Nusantara". Semuanya bakal kompak menggambarkan Indonesia sebagai negara dengan keberagamam suku, ras, agama, dan golongan.

Penyajiannya dijamin fenomenal.
Ada empat sub tema atau defile yang sudah disiapkan membalut tema Pelangi Nusantara.

Yang pertama Wayang (Pulau Jawa dan Bali), Indonesia Timur, Sumatra, dan Enggang (Pulau Kalimantan). Masing-masing defile mewakili budaya nusantara berdasarkan rumpun pulau di Indonesia.

Defile selanjutnya adalah Indonesia Timur. Defile ini menampilkan Papua, provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian timur Indonesia. Papua dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik dan natural.pola-polanya memperlihatkan kerumitan bernilai tinggi.

Setelah itu, ada defile Sumatera. Yang ditonjolkan adalah kelompok etnis asli nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. .

Terakhir ada defile Enggang. Ini adalah salah satu burung langka yang dilindungi di Indonesia. Binatang yang lebih dikenal sebagai rangkong ini konon disakralkan oleh Suku Dayak. Burung ini memiliki dianggap panglima burung yang diyakini sebagai simbol kebesaran dan kemuliaan yang melambangkan Suku Dayak.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung mengatakan Semarang Night Carnival bisa menjadi salah satu acara yang mendorong wisatawan, baik bagi wisatawan asing maupun domestik. "Wisatawan kini tak hanya tertarik pada wisata leisure. Sekarang arahnya mulai melirik segi experience-nya," jelas Adella yang diamini Kabid Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan .

"Ada unsur Education, Entertainment, Exhibition, serta Econimi dan Benefit. Keren sekali," sambung Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Bagi yang ingin melihat langsung, silakan simak rute defilenya.
Start pukul 18.30 dari Jalan Imam Bonjol depan Udinus menuju Jalan Piere Tendean, kemudian menuju Jalan Pemuda Balaikota, dan berakhir di Gedung Pandanaran, Jalan Imam Bonjol.

Menpar pun langsung melayangkan apresiasi tinggi untuk Semarang Night Carnival. Baginya, ini momentum untuk mengangkat nama Kota Semarang ke level internasional.


"Event seperti ini memiliki economic dan media value yang tinggi. Ini sangat dibutuhkan dalam mempromosikan destinasi Kota Semarang sebagai pintu masuk dalam pengembangan destinasi Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang, Red) menjadi single destination," papar Menpar Arief Yahya.

Kamis, 16 Mei 2019

Menikmati Kuliner Bengkayang di Sela-sela Festival Nyobeng


Kemeriahan International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival sudah bisa diprediksi sejak awal. Event tahunan yang dihelat di Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang ini bakal berlangsung tiga hari, 14-16 Juni 2019. Lantas, apa saja yang menarik dari daerah ini?

Menghadiri International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival kurang lengkap jika langsung balik kanan alias pulang. Ada banyak hal yang perlu dicoba. Salah satunya berburu kuliner khas yang tentunya memiliki cita rasa lezat dan unik.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara menjelaskan, beberapa kuliner yang layak dicoba antara lain kue kantong semar.

Kue kantong semar sangat populer bagi masyarakat Bengkayang. Selain namanya yang unik, rasanya pun begitu ciamik. Kue ini paling gampang ditemukan saat Ramadhan. Sebagian orang menyebut, kue ini wajib dihidangkan untuk berbuka puasa, ujarnya.

Da juga Lemang, sejenis kue berbahan dasar beras ketan. Diolah dengan santan kemudian dimasukkan ke dalam buluh bambu untuk dibakar. Rasanya gurih dan lezat, apalagi jika dimakan bersamaan dengan kopi.

Beda lagi dengan Kue Cucur atau kue tumpi. Kue ini berbahan dasar tepung beras dan gula merah. Tepung beras diadon dengan gula merah dan air kelapa. Setelah semua bahan menyatu kemudian digoreng dan menghasilkan kue yang enak, ungkap Made Putra.

Buliner khas lainnya adalah bubur pedas. Bubur ini bisa ditemui di beberapa tempat di Bengkayang. Bubur pedas dibuat dari campuran aneka sayur mayur. Seperti kangkung, rebung, jamur, kacang panjang, pakis. Diramu dengan beras yang sudah dihaluskan dan disangrai.

SertaTelur asin perbatasan. Telur asin ini berbeda dengan telur asin kebanyakan karena rasanya yang tidak terlalu asin. Kuning telurnya mantap habis. Dan penampakan telurnya putih, bersih. Karena pengolahannya yang memang bersih.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, Bengkayang sendiri adalah salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Selain memiliki kekayaan seni budaya, daerah ini juga menyimpan beragam destinasi wisata alam dan kuliner.

Adapun International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival, berawal dari prosesi pesta panen padi suku Dayak Bidayuh. Sebagai ucapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atau Tipaiakng (dalam bahasa Bidayuh), digelarlah ritual Nyobeng.

International Dayak Bidayuh Festival akan menampilkan beragam seni tari dan adat antarnegara, serta mengundang seluruh perwakilan Kampung Bidayuh dari Malaysia-Serawak, ujarnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan, budaya serumpun yang ditampilkan pada International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival akan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ia memprediksi, festival ini dapat menghadirkan sekitar 1.000 wisatawan dari Sarawak.

Ikatan emosional antarwarga suku Dayak Bidayuh sangat kuat. Momen seperti ini akan menjadi sarana mereka untuk berkumpul. Apalagi, ini momentum setahun sekali yang tujuannya memang untuk silaturahmi, jelas Adella, didampingi Kabid Pemasaran Area III Asdep Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, value yang bisa ditawarkan untuk wisatawan perbatasan adalah ikatan emosional. Sebab, ada kesamaan budaya antara masyarakat di perbatasan. Ini yang akan dimaksimalkan. Menurutnya, di beberapa event crossborder, hal itu membuahkan hasil yang menggembirakan. Banyak wisatawan yang hadir untuk melihat rangkaian kegiatan.

Kita memang mengincar jumlah yang masif dari crossborder. Sebab, potensi yang dimiliki sangat besar. Karena itu, kita menyiapkan berbagai treatment. Mulai dari musik, budaya, dan lainnya, kata Menteri Pariwisata Terbaik Asia Pasifik ini. 

Kamis, 09 Mei 2019

Kawasan Asia Pasifik Strategis untuk Pariwisata


Indonesia dipercayamenjadi pemimpin sidang Gabungan tahunan ke-31 Gabungan Komisi Regional Asia UNWTO memiliki banyak makna. Pertama karena hal ini membuktikan pariwisata Indonesia mampu bersaing. Dan yang kedua, kawasan Asia Pasifik sangat strategis buat pariwisata.

Sidang tahunan ke-31 komisi regional, membawahi negara-negara anggota di kawasan Asia Pasifik dan Asia Selatan (Joint Commission for East Asia & the Pacific dan Commission for South Asia). Sidang dilangsungkan tanggal 4 Juni 2019 di Thimphu, Bhutan. Tercatat 15 negara dari kawasan Asia Pasifik, 7 negara dari Asia Selatan, serta 10 anggota afiliasi hadir dalam sidang yang dibuka oleh Perdana Menteri Bhutan Lotay Tshering itu.

Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, yang mengetuai sidang, mengatakan kawasan Asia Pasifik memiliki arti yang sangat strategis. Karena, pada 2018 lalu, Asia Pasifik merupakan kawasan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara cukup tinggi. Totalnya mencapai 343 juta kunjungan. Atau, tumbuh sekitar 6% dibandingkan tahun 2017.

"Karena itu, sidang gabungan komisi regional yang membahas berbagai dinamika pariwisata di kawasan menjadi sangat penting. Karena ini untuk kemajuan seluruh anggota," papar Ni Wayan Giri Adnyani.

Sidang mengagendakan laporan Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili. Sebab, Zurab memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan dunia sebesar 1,4 miliar akan tercapai pada tahun 2020. Optimisme ini didasari pada fakta-fakta bahwa pertumbuhan ekonomi dunia yang menguat, perjalanan udara yang lebih terjangkau, perkembangan teknologi, model-model bisnis baru, dan fasilitasi visa yang lebih luas di seluruh dunia.

"Zurab juga menyinggung tentang kontribusi pariwisata dalam mendukung pencapaian 17 goals dalam UN Sustainable Development Goals (UN SDGs 2030). Terutama goals 8, 12, dan 14 yang mengemukakan nilai-nilai inclusive and sustainable economic growth, jobs, sustainable consumption and production, dan sustainable use of oceans and marine resources," jelas Giri Adnyani.

Terkait dengan program kerja negara-negara di kawasan tahun 2018-2019, Indonesia mendapat pujian. Khususnya, karena komitmennya untuk mengimplementasikan UNWTO Gastronomy Tourism Prototype di Ubud pada tahun ini.

"Proyek ini merupakan inisiatif yang akan membantu Indonesia dalam mengembangkan produk pariwisata gastronomi inovatif yang menghubungkan sektor publik dan swasta serta menyoroti kontribusinya terhadap pembangunan sosial-ekonomi seperti penciptaan lapangan kerja langsung," jelasnya.

Selain itu, sidang menyepakati Indonesia sebagai Vice-President mewakili kawasan Asia Timur dan Pasifik. Indonesia akan menjadi wakil pada UNWTO General Assembly yang akan berlangsung tanggal 9 September 2019 di St Petersburg, Rusia. Sidang umum yang dilaksanakan sekali dalam waktu dua tahun ini diikuti oleh 158 negara anggota UNWTO dan sekitar 300 anggota afiliasi. Partisipasi Indonesia sebagai Vice-President nantinya semakin mengukuhkan arti penting dan peran aktif Indonesia dalam ikut membangun pariwisata global.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku sangat bangga dengan kepercayaan yang didapat Indonesia dari negara-negara UNWTO.

"UNWTO itu adalah Lembaga Pariwisata PBB. Posisinya sangat penting buat pariwisata internasional. Dan menjadi sidang dalam forum sekelas UNWTO jelas sangat membanggakan. Ini membuktikan pariwisata Indonesia sangat diperhitungkan," katanya mantan Dirut PT Telkom itu.

Kamis, 02 Mei 2019

Siap-siap, Festival Crossborder Skouw Bakal Bergulir Lagi


Setelah sukses dengan edisi pertama, Festival Crossborder Skouw bakal digulirkan lagi. Kali ini event akan digelar pada 20-22 Juni. Lokasinya di Lapangan PLBN Skouw, Jayapura, Papua.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, Festival Crossborder Skouw edisi 2 akan digelar lebih meriah.

"Bagi publik perbatasan, persiapkan diri kembali. Sebab, Festival Crossborder Skouw akan digulirkan lagi bulan ini. Segera atur perjalanan kembali ke sana. Edisi kali ini akan digelar lebih meriah. Konsep event lebih unik dan menarik," ungkap Ricky.

Pada edisi 1 Festival Crossborder Skouw 2019, Kemenpar menghadirka duta reggae Indonesia, Digelar 9-11 Mei, event menawarkan pesta Ras Muhammad. Ada juga band asal Papua Dave Solution, hingga Vanimo Natives asal Papua Nugini. Ada juga Festival Paduan Suara, Tari Tradisional, Games, dan Bazaar.

Menurut Ricky, sukses pada perhelatan perdana menjadi pemicu. Kemenpar akan membuat event yang lebih baik. Harapannya, lebih banyak wisatawan PNG yang datang.

"Energi serupa akan ditampilkan di edisi 2 Festival Crossborder Skouw. Yang jelas, festival ini jangan sampai terlewatkan. Sama seperti sebelumnya, event tersebut juga terbuka bagi publik PNG. Kami juga mengundang publik PNG untuk hadir kembali di Skouw," terang Ricky lagi.

Ada banyak aktivitas yang bisa dinikmati saat berada di event ini. Wisatawan bisa menikmati eksotisnya PLBN Skouw. Fisik bangunannya lebih megah, lalu fungsinya berkembang. Ada aktivitas pariwisata dengan ujung value ekonomi. PLBN Skouw didukung akses jalan lebar dan mulus dari Jayapura.

Usai diresmikan Presiden Joko Widodo, Mei 2017, desain fisik PLBN Skouw sangat unik. Konsepnya mengadopsi budaya setempat. Filosofinya persatuan. Selain bangunan inti, PLBN juga memiliki zona buffer. Area ini dilengkapi sekitar 400 gerai, gedung serbaguna, Wisma Indonesia, dan asrama. Menjadi destinasi baru, kawasan ini juga dilengkapi banyak toilet bersih.

"PLBN Skouw menjadi destinasi menarik. Kawasan ini akan selalu ramah menyapa setiap wisatawan. Selain menjadi pintu keluar masuk wisatawan, PLBN Skouw menjadi sentra ekonomi baru. Transaksi besar dengan perputaran uang cepat. Sebab, semua infrastrukturnya mendukung," kata Ricky.

Berada di tepi laut, view alam PLBN Skouw dijamin eksotis. Pemandangan ini menyempurnakan detail dari area PLBN yang juga instagramable. Spot terbaik untuk swafoto diantaranya, tulisan SKOUW di depan gedung utama. Ada juga tulisan Border Post of Indonesia dengan nuansa merah-putih. Sisi lain adalah Patung Garuda, gapura perbatasan, higga area terbuka hijau di sekitar gedung.

"Sejak pertama diresmikan sampai sekarang pun masih ramai. Spot-spot itu digunakan untuk berfoto, apalagi wisatawan dari PNG yang berkunjung. PLBN Skouw ini juga memiliki menara tinggi berupa mercusuar. Jadi, background-nya semakin lengkap," jelas Ricky lagi.

Lalu lintas wisatawan di PLBN Skouw juga cukup tinggi. Mengacu data PLBN Skouw pada Agustus 2018, pergerakan rata-rata wisatawan PNG mencapai 1.000 orang per hari. Angka ini akan meledak hingga 5.000 orang per hari pada momentl libur tertentu, seperti hari raya.

"Festival Crossborder Skouw selalu menarik. Ada banyak kejutan di sana. komposisi terbaik tentu akan diberikan untuk edisi 2 Festival Crossborder Skouw. Dengan konten unik, kami yakin arus kunjungan wisatawan akan optimal lagi. Sebab, seluruh aspek sangat mendukung di sana," tutup Meteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik.