Rabu, 27 Maret 2019

Sering Kumpul dengan Teman Dekat Bisa Buat Kamu Terhindar dari Datangnya Penyakit


Memiliki teman dekat ternyata tidak hanya menyenangkan saja namun juga bisa membuat kamu menjadi sehat. Sebuah penelitian menyebut bahwa menghabiskan waktu dua kali dalam seminggu dengan teman dekat bisa memberikan stabilitas pada fisik dan mental yang lebih baik.

Dilansir dari Mayo Clinic, diketahui bahwa mereka yang memiliki teman dekat dan banyak menghabiskan waktu dengannya cenderung tidak kesepian dan mendapat manfaat kesehatan. Manfaat ini mencakup meningkatnya rasa kepemilikan dan tujuan, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kepercayaan diri serta penghargaan pada diri sendiri.

Teman baik juga membuatmu lebih mudah untuk mengatasi trauma dari penyakit serius, kehilangan pekerjaan, serta kematian dari orang dekat. Teman juga merupakan seseorang yang mendukungmu untuk menghindari gaya hidup tak sehat seperti makan berlebih, minum, dan merokok.

Dilansir dari Huffington Post, Dr. Robin Dunbar, seorang profesor psikologi evolusi menyebut bahwa baik pria dan wanita yang memiliki jaringan sosial baik cenderung lebih sehat secara fisik dan emosi. Sebuah studi yang dilakukan oleh UCLA juga menjelaskan bahwa wanita memiliki mekanisme perlindungan diri yang menyebut bahwa wanita merespons stres lebih baik ketika dikelilingi oleh teman.

Tubuh manusia bakal melepaskan oksitosin ketika mereka menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai. Dunbar menyebut bahwa pria juga memiliki mekanisme perlindungan diri yang sama dengan berpartisipasi pada olahraga kelompok atau saling ejek dengan teman.

Dunbar juga mengatakan bahwa seseorang harus menjaga hubungan baik dengan teman sebelum mendapat manfaat ini. Hubungan pertemanan yang hangat bisa diperkuat ketika kamu bertemu dengan teman dua kali dalam seminggu, secara khusus dengan empat teman yang dekat denganmu.

Sebuah penelitian menyebut bahwa kita biasanya memiliki sebagian besar teman ketika kita menyentuh usia 25 tahun. Psikolog, Linda Blair menyarankan bahwa kamu sebaiknya tidak begitu menekan diri untuk menjaga hubungan pertemanan yang baik serta jangan berusaha membuat banyak hubungan baru.

Rabu, 20 Maret 2019

Begini Cara Mudah untuk Membedakan Sakit kepala dengan Migrain


Munculnya rasa sakit yang menusuk di kepala bisa terjadi karena beberapa macam hal seperti kurang air putih atau kurang tidur. Pada rasa sakit yang muncul ini, sering kali kita sulit membedakan antara kondisi pusing atau migrain yang kita alami.

Dilansir dari Her, menurut International Headache Society, terdapat cara untuk membedakan antara sakit kepala dengan migrain ini. Berikut sejumlah hal umum yang bisa membedakan antara sakit kepala dengan migrain:

- Migrain biasanya berlangsung selama empat jam dan terjadi hanya pada satu bagian kepala. Rasa sakit yang muncul juga bisa menghadirkan sensasi berdenyut di kepala.

- Sakit kepala biasanya mulai menghilang setelah dua jam, sedangkan sakit kepala yang disebabkan penyakit infeksi bakal hilang ketika penyakit tersebut sirna. Rasa sakit yang muncul juga terjadi pada kedua belah bagian kepala.

- Migrain biasanya disertai dengan sejumlah gejala lain seperti mual, sensitif terhadap cahaya dan suara, serta memburuk saat melakukan kegiatan bahkan ketika berjalan.

- Migrain bisa menyebabkan gejala saraf seperti permasalahan penglihatan dalam jangka pendek berupa munculnya bintik hitam di depan penglihatan. Terkadang kamu bahkan kesulitan untuk berbicara atau memilih kata-kata.

- Kecuali terjadi karena penyakit atau mabuk, sakit kepala biasanya tidak memiliki efek samping lain dan juga tak memburuk saat berolahraga. Faktanya, pada beberapa kondisi, olahraga bisa mengurangi rasa sakit dari sakit kepala.

- Migrain sering disalahpahami, jadi ketika kamu mengalami sejumlah gejala seperti di atas, pastikan untuk langsung mengobatinya. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyembuhan yang tepat.

Bagaimana Cara Mengendalikan Migrain

Membuat catatan yang menulis mengenai detail spesifik gejala yang kamu alami bisa menjadi langkah awal menemukan diagnosis dan penanganan yang tepat. Catatan ini juga bisa membuat kamu mengetahui apa penyebab dari migrain ini dan mencegah terjadinya hal yang sama.

Berbagai faktor seperti pola makan, olahraga, stres, konsumsi alkohol, dan merokok bisa jadi penyebab migrain yang kamu alami. Oleh karena itu, terapkan gaya hidup sehat untuk mencegah munculnya hal ini.

Rabu, 13 Maret 2019

Pilih Metode MPASI pada Anak, Perhatikan Sejumlah Hal Berikut Ini


 Masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah bagian penting dari periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Masa ini bakal sangat menentukan pemenuhan nutrisi pada buah hati.

Saat ini terdapat sejumlah metode yang bisa diterapkan pada anak untuk memberi MPASI ini. Metode yang populer di masyarakat, di antaranya menu tunggal, menu 4 Bintang, spoon-feeding, hingga baby-led weaning (BLW).

Dr.Frieda Handayani, SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, menekankan bahwa metode apapun yang diterapkan harus mengutamakan kebutuhan nutrisi anak untuk mendukung setiap tahap tumbuh kembang yang berbeda.

Kesalahan dalam pemberian MPASI dapat berujung pada kesulitan makan pada anak dan kondisi malnutrisi, seperti stunting," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa masih ada 30,8% balita Indonesia yang mengalami pendekdan sangat pendek (stunting), serta 17,7% balita Indonesia mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Makadari itu, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak, khususnya pada dua tahun pertama kehidupan, menjadi sangat penting.

Kebutuhan gizi anak usia weaning terdiri dari karbohidrat, lemak, protein (makronutrien), hingga vitamin dan mineral (mikronutrien). Selain itu, sebaiknya tidak memberikan makanan pedas dan berbumbu tajam, buah yang terlalu asam, makanan yang mengandung gas, hingga makanan yang mengandung banyak gula, garam, penyedap rasa, hingga lemak jenuh." tambahnya.

Masa pengenalan makanan padat dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu pada usia 6-12 bulan, di mana anak mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI; dan pada usia di atas 1 tahun, anak mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga. Tekstur, porsi, hingga frekuensi makanan anak perlu disesuaikan sesuai tahapan pertumbuhan.

Anak disarankan mengonsumsi makanan yang dihaluskan dan disaring dengan tekstur lumat dan kental pada usia 6-7 bulan; diberikan makanan yang dilumatkan pada usia 8-9 bulan; makanan bertekstur agak kasar dan lauk dicincang kasar pada usia 9-12 bulan; dan pada anak usia di atas 1 tahun dapat diberikan makanan keluarga," imbuhnya.

Disamping nutrisi, tekstur, porsi, hingga frekuensi makanan untuk membentuk kebiasaan makan yang baik, keamanan pangan menjadi krusial karena bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, hingga nasi, pasta, dan sayur-sayuran.

Pemberian nutrisi pada masa pengenalan makanan padat perlu diikuti dengan pemeriksaan fisis anak ke fasilitas kesehatan secara berkala untuk memastikan kecukupan kebutuhan nutrisi anak untuk mendukung tumbuh kembang optimal," tuturnya.

Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia juga mengatakan bahwa diskusi tentang Pemberian MPASI ini merupakan bagian dari program Bicara Gizi.

"Bicara Gizi merupakan bagian dari komunitmen unit bisnis Danone divisi Specialized Nutrition di Indonesia untuk terus mendukung edukasi mengenai nutrisi bagi masyarakat Indonesia," tandasnya.

Rabu, 06 Maret 2019

Benarkah Rambut Kemaluan Tumbuh Lebih Cepat Dibanding Rambut di Kepala?


Satu hal yang biasa kamu rasakan mengenai bulu di bagian bawah atau secara khusus bulu kemaluan adalah kecepatan tumbuhnya yang luar biasa. Hal ini biasanya bakal kamu rasakan setelah mencukurnya. Berbeda dari rambut di kepala, rambut di bagian bawah biasanya terasa tumbuh jauh lebih cepat. Benarkah?

Keberadaan rambut di sekitar kemaluan sendiri dimaksudkan sebagai 'bantalan' dari gesekan yang mungkin muncul dan menyebabkan lecet pada kulit. Manfaat kedua dari rambut ini adalah untuk melindungi area paling vital di rubuh dari kuman dan bakteri.

Walau kita sering merasa bahwa rambut ini tumbuh lebih cepat, namun yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu. terasa cepatnya pertumbuhan rambut ini disebabkan karena perasaan kita sendiri.

Dilansir dari Times of India, terdapat dua hal yang bisa jadi penyebab mengapa kita merasa rambut tersebut tumbuh lebih cepat. Pertama, kita biasa menaruh perhatian lebih besar pada rambut di bagian tersebut.

Kedua, karena jumlah rambut yang tak banyak di bagian tersebut sehingga kita cenderung lebih memperhatikannya. Sebagai contoh, jika kamu baru saja mencukur gundul rambutmu, maka tumbuhnya rambut bakal sangat menarik perhatian.

Secara umum, pertumbuhan rambut di tubuh seseorang mengikuti tiga tahan dalam siklus kehidupan. Tahapan ini adalah tumbuh, stagnasi, dan rontok.

Pada rambut kemaluan, butuh waktu setidaknya sebulan atau lebih hingga rambut ini berhenti tumbuh. Sedangkan pada rambut di bagian kepala, rambut bisa tumbuh dalam jangka waktu lebih lama. Hal ini menyebabkan rambut kemaluan tak bakal tumbuh sepanjang rambut di kepala.